http://islampos.com/fakta-mengapa-allah-memakai-emas-dan-perak-sebagai-nishab-zakat-20635/
“ALI bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan
kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata,
“Saya mendengar penduduk bercerita tentang ’Urwah, bahwa Nabi saw.
memberikan uang satu Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk
beliau, lalu dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian
ia jual satu ekor dengan harga satu Dinar. Ia pulang membawa satu Dinar
dan satu ekor kambing. Nabi saw. mendoakannya dengan keberkatan dalam
jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli tanahpun, ia pasti beruntung.”
(H.R.Bukhari)
Rabu, 24 Juli 2013
cara kompres video tanpa mengurangi kualitas
http://teknikit.com/2013/05/cara-kompres-video-tanpa-mengurangi-kualitas-video.html
Selasa, 23 Juli 2013
sisi gelap renaisans
Wafatnya Muhammad Al Fatih dan Gegernya Eropa
Pada suatu ketika, tahun 1480 Masehi, sultan Muhammad al Fatih telah berhasil menaklukan sebuah kota di ujung Italia, bernama Otranto. Namun tak lama kemudian, beliau segera mempersiapkan kembali pasukan perang yang amat kuat, yang kualitas dan jumlahnya ditingkatkan lebih tinggi daripada penaklukan-penaklukan beliau sebelumnya. Tidak ada satu orang pun yang tahu ke manakah gerangan pasukan perang yang sedang dibangun ini akan digerakkan. Ini memang kebiasaan beliau, selalu merahasiakan tujuan penaklukan beliau selanjutnya. Yang mengetahuinya hanya diri beliau sendiri dan Allah swt.
note maulana
1
pohon dpt membuat jutaan batang korek api,Tapi 1 batang korek api jg
dpt membakar jutaan pohon...Jadi, 1 pikiran negatif dpt membakar semua
pikiran positif...Korek api mempunyai kepala tetapi tidak mempunyai
otak, oleh karena itu setiap kali ada gesekan
kecil, sang korek api langsung terbakar. Qt mempunyai kepala & juga
otak, jadi Qt tidak perlu terbakar amarah hanya krna gesekan
kecil...Ketika burung hidup, ia makan semut...Ketika burung mati, semut
makan burung...Waktu terus berputar sepanjang zaman. Siklus kehidupan
terus berlanjut. Jgn merendahkan siapapun dalam hidup, bkn karena siapa
mereka, tetapi karena siapa diri Qt...Qt mungkin berkuasa tapi WAKTU
lebih berkuasa daripada Qt...Waktu Qt sdg jaya, Qt merasa banyak teman
d'sekeliling Qt. Waktu Qt sakit, Qt baru tahu bahwa sehat itu sangat
penting, jauh melebihi HARTA.Ketika Qt tua, Qt baru tahu kalau masih
bnyak yg belum d'kerjakan & setelah d'ambang ajal, Qt baru tahu
ternyata begitu bnyak waktu yg terbuang sia-sia. Hidup tidaklah lama,
sudah saatnya Qt bersama2 membuat HIDUP LEBIH BERHARGA. Saling
menghargai, Saling membantu & memberi, juga saling mendukung.
Jadilah teman perjalanan hidup yg tanpa pamrih & syarat.
Believe in "Cause and Effect" Apa yg dikabur, itulah yg akan Qt tuai ...
Believe in "Cause and Effect" Apa yg dikabur, itulah yg akan Qt tuai ...
Minggu, 21 Juli 2013
Kota Detroit di AS Bangkrut
http://internasional.kompas.com/read/2013/07/19/0848524/Kota.Detroit.di.AS.Bangkrut
DETROIT, KOMPAS.com — Detroit di Negara Bagian Michigan menjadi kota terbesar di AS yang mengajukan kebangkrutan dengan utang sedikitnya 15 miliar dollar atau sekitar Rp 151 triliun.
Manajer darurat yang ditunjuk negara bagian, Kevyn Orr, meminta hakim federal untuk memasukkan kota ini dalam proteksi kebangkrutan. Jika disetujui, dia akan diizinkan untuk melikuidasi aset kota untuk membayar kreditor dan pensiunan.
DETROIT, KOMPAS.com — Detroit di Negara Bagian Michigan menjadi kota terbesar di AS yang mengajukan kebangkrutan dengan utang sedikitnya 15 miliar dollar atau sekitar Rp 151 triliun.
Manajer darurat yang ditunjuk negara bagian, Kevyn Orr, meminta hakim federal untuk memasukkan kota ini dalam proteksi kebangkrutan. Jika disetujui, dia akan diizinkan untuk melikuidasi aset kota untuk membayar kreditor dan pensiunan.
Gara-Gara Utang, Kota Detroit Hancur
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/13/07/20/mq71gz-garagara-utang-kota-detroit-hancur
REPUBLIKA.CO.ID,DETROIT -- Kota Detroit di Negara Bagian Michigan, Amerika Serikat (AS), pernah jaya karena industri otomotif pada 1950-an. Kota ini menjadi ikon industri Negeri Paman Sam. Nama besar Detroit di bidang industri akhirnya runtuh pada Kamis (18/7) ketika otoritas setempat mengajukan status pailit ke pengadilan.
Dengan pengajuan pailit itu berarti Detroit meminta perlindungan kepada pengadilan dari para kreditur. Ini juga menjadi pernyataan resmi bahwa Detroit tidak sanggup membayar utang senilai 18 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 182,7 triliun. ''Dari perspektif keuangan, Detroit sudah hancur,'' kata Gubernur Michigan Richard Dale Snyder, Kamis (18/7). Snyder menandatangani pengajuan kepailitan itu. Otoritas Detroit meminta kepada pengadilan federal untuk resmi dinyatakan tidak lagi punya kas.
Hancurnya keuangan kota industri itu menjadi sejarah keuangan terparah di AS. Detroit adalah kota terbesar keempat di negara adikuasa itu. Detroit terkenal dengan industri otomotifnya. Motor City, begitu kota ini punya gelar nama. Beberapa pabrikan otomotif raksasa bermarkas di sebalah barat Kota New York tersebut.
Dua di antaranya adalah General Motors dan Chrysler Group. Namun, kelesuan industri membuat produksi tidak bertambah. Beberapa tahun terakhir, Kota Detroit juga mengalami demam kronis akibat kredit macet dari 78 ribu properti yang tak terlunasi dan ditinggalkan pemiliknya.
Pengangguran makin memperparah keadaan. Terdapat sekitar 3.000 pengangguran di kota ini. Namun, itu satu dasawarsa lalu. Sekarang angka resmi pengangguran mencapai tiga kali lipat. Sedangkan, populasi penduduk di kota itu tidak sampai 700 ribu orang. Jumlah tersebut terus menurun jika diukur dari 1950-an ketika Detroit jadi magnet bagi dua juta penduduk AS.
Tingkat pengangguran membuat kriminalitas meningkat tajam. Detroit menjadi kota paling berbahaya di AS. Kepolisian 'malas' merespons tingkat kejahatan. Kemalasan itu, menurut Wall Street Journal, akibat kepolisian bukanlah relawan. Respons kepolisian atas kejahatan di kota itu menurun jadi 58 menit dari skala umum nasional, yakni 11 menit sejak laporan datang.
Situasi jalan raya pun jadi rimba tanpa aturan akibat traffic light sudah tidak dapat berfungsi. Sebanyak 40 persen penerangan jalan di kota itu mati. ''Sekarang ini adalah situasi terparah AS dalam sejarah 60 tahun terakhir,'' ujar Snyder. Dia menarik batas pada 1950-an ketika situasi serupa pernah terjadi.
Washington Post mencatat Kota Detroit sudah di bibir petaka sejak 2009. Namun, raksasa otomotif mampu menekan pemerintah federal untuk menyantuni kota tersebut dengan pinjaman senilai 80 miliar dolar AS. Dana bantuan itu kembali mengalir saat Maret lalu senilai 20 miliar dolar.
Sayangnya, uang sebanyak itu tidak bisa berbuat apa pun. Pemerintah bahkan menarik pungutan senilai 38 sen dari tiap dolar milik warga kota. Rencananya, 'pemalakan resmi' itu akan dinaikkan menjadi 65 sen sampai masa jatuh tempo utang pada 2017 mendatang. Pungutan legal itu untuk menutup utang yang berjibun tersebut.
Manajer Darurat Kota Detroit Kevyn Orr mengatakan, pailit adalah satu-satunya jalan. Pemerintah Federal dipaksa turun tangan untuk memberi suntikan bantuan dan mulai menyusun keuangan yang baru. Beberapa obligasi milik pemerintah kota, kata dia, juga siap dijual murah.
Itu dilakukan untuk menjamin upah pekerja dan pensiun pascapernyataan pailit. Di kota itu terdapat sekitar 10 ribu karyawan dan 20 ribu pensiunan. Mereka adalah beban pemerintah kota yang pertama kali harus diselamatkan pascapernyataan bangkrut.
REPUBLIKA.CO.ID,DETROIT -- Kota Detroit di Negara Bagian Michigan, Amerika Serikat (AS), pernah jaya karena industri otomotif pada 1950-an. Kota ini menjadi ikon industri Negeri Paman Sam. Nama besar Detroit di bidang industri akhirnya runtuh pada Kamis (18/7) ketika otoritas setempat mengajukan status pailit ke pengadilan.
Dengan pengajuan pailit itu berarti Detroit meminta perlindungan kepada pengadilan dari para kreditur. Ini juga menjadi pernyataan resmi bahwa Detroit tidak sanggup membayar utang senilai 18 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 182,7 triliun. ''Dari perspektif keuangan, Detroit sudah hancur,'' kata Gubernur Michigan Richard Dale Snyder, Kamis (18/7). Snyder menandatangani pengajuan kepailitan itu. Otoritas Detroit meminta kepada pengadilan federal untuk resmi dinyatakan tidak lagi punya kas.
Hancurnya keuangan kota industri itu menjadi sejarah keuangan terparah di AS. Detroit adalah kota terbesar keempat di negara adikuasa itu. Detroit terkenal dengan industri otomotifnya. Motor City, begitu kota ini punya gelar nama. Beberapa pabrikan otomotif raksasa bermarkas di sebalah barat Kota New York tersebut.
Dua di antaranya adalah General Motors dan Chrysler Group. Namun, kelesuan industri membuat produksi tidak bertambah. Beberapa tahun terakhir, Kota Detroit juga mengalami demam kronis akibat kredit macet dari 78 ribu properti yang tak terlunasi dan ditinggalkan pemiliknya.
Pengangguran makin memperparah keadaan. Terdapat sekitar 3.000 pengangguran di kota ini. Namun, itu satu dasawarsa lalu. Sekarang angka resmi pengangguran mencapai tiga kali lipat. Sedangkan, populasi penduduk di kota itu tidak sampai 700 ribu orang. Jumlah tersebut terus menurun jika diukur dari 1950-an ketika Detroit jadi magnet bagi dua juta penduduk AS.
Tingkat pengangguran membuat kriminalitas meningkat tajam. Detroit menjadi kota paling berbahaya di AS. Kepolisian 'malas' merespons tingkat kejahatan. Kemalasan itu, menurut Wall Street Journal, akibat kepolisian bukanlah relawan. Respons kepolisian atas kejahatan di kota itu menurun jadi 58 menit dari skala umum nasional, yakni 11 menit sejak laporan datang.
Situasi jalan raya pun jadi rimba tanpa aturan akibat traffic light sudah tidak dapat berfungsi. Sebanyak 40 persen penerangan jalan di kota itu mati. ''Sekarang ini adalah situasi terparah AS dalam sejarah 60 tahun terakhir,'' ujar Snyder. Dia menarik batas pada 1950-an ketika situasi serupa pernah terjadi.
Washington Post mencatat Kota Detroit sudah di bibir petaka sejak 2009. Namun, raksasa otomotif mampu menekan pemerintah federal untuk menyantuni kota tersebut dengan pinjaman senilai 80 miliar dolar AS. Dana bantuan itu kembali mengalir saat Maret lalu senilai 20 miliar dolar.
Sayangnya, uang sebanyak itu tidak bisa berbuat apa pun. Pemerintah bahkan menarik pungutan senilai 38 sen dari tiap dolar milik warga kota. Rencananya, 'pemalakan resmi' itu akan dinaikkan menjadi 65 sen sampai masa jatuh tempo utang pada 2017 mendatang. Pungutan legal itu untuk menutup utang yang berjibun tersebut.
Manajer Darurat Kota Detroit Kevyn Orr mengatakan, pailit adalah satu-satunya jalan. Pemerintah Federal dipaksa turun tangan untuk memberi suntikan bantuan dan mulai menyusun keuangan yang baru. Beberapa obligasi milik pemerintah kota, kata dia, juga siap dijual murah.
Itu dilakukan untuk menjamin upah pekerja dan pensiun pascapernyataan pailit. Di kota itu terdapat sekitar 10 ribu karyawan dan 20 ribu pensiunan. Mereka adalah beban pemerintah kota yang pertama kali harus diselamatkan pascapernyataan bangkrut.
| Reporter : Bambang Noroyono |
| Redaktur : M Irwan Ariefyanto |
Note Zaim Saidi: Detroit Hancur
Detroit, kota ke-4 terbear di AS, bangkrut, karena tak lagi mampu mencicil utang. Total utangnya Rp 151 triliun. Kepada siapa Detroit berutang? Bank, tentu, yang dimilliki oleh segelintir orang. Siapa yang mengambil utang? Segelintir orang lain tentu, para politisi, yang mengklaim "mewakili rakyat". Betulkan rakyat Detroit menghendaki dan mewakilkan pada segelintir orang ini untuk berutang? Tentu saja tidak.
Itulah demokrasi. Itulah negara fiskal. Samadengan yang terjadi pada tingkat nasional. Negara adalah kolusi bankir dan politisi. Lebih tepatnya para bankir yang memperalat politsi, tuk memastikan skema ngutang-habiskan dg anggaran-pajaki rakyat-nyicil utang itu+ bunganya. Rakyat adalah agunan, sapi perahan, bagi kepentingan si bankir. Presiden, dan politisi lain, direkrut, digaji, untuk melindungi kepentingan ini.
Sedang 'uang' yang mereka utangkan itu hanyalah byte komputer. Dan, rakyat, tentu harus membayarnya tidak bisa dg byte komputer, tapi dengan kerja keras, berdagang, membanting tulang.
Mengertikan Anda sekarang? Itulah ilusi demokrasi. Muslihat bankir. Ini kapitalisme, sistem yg berbasis pada riba.
Dan keruntuhannya adalah keniscayaan, sesudah membuat rakyat rmenderita. Detroit, kota terbesar ke-4 di AS, ini betul2 bangkrut. Bahkan untuk meruntuhkan gedung-gedung tua yang usang pun tak lagi ada biaya. Dan ini barulah miniatur dari induknya, negeri Paman Sam, yang pasti akan mengalami hal yang sama, cepat atau lambat. Dan itu baru awalnya, baru dimulainya, keruntuhan sistem riba secara keseluruhan.
Tidakkah Anda melihatnya?
Tinggalkan riba. Bangun Bahtera Nabi Nuh - dengan bermuamalat dengan Dinar dan Dirham. Sekarang juga.
Allah telah mengharamkan riba dan menghalalkan dagang. Allah menghancurkan riba dan menyuburkan sedekah.
La ghaliba ilallah.
Jumat, 19 Juli 2013
Sejarah Islam di Amerika Tentang Suku Indian Muslim Sebelum Kedatangan Columbus
Bismillaahirrahmaanirrahiim. . .
Ternyata sebelum kedatangan Christoper Columbus (yang katanya penemu benua Amerika), umat Islam sudah terlebih dahulu menemukannya. Sebuah fakta yang tak terbantahkan lagi jika umat Islam sudah lebih dulu berada di daratan luas yang kini bernama Amerika, jauh beberapa abad sebelum kedatangan Columbus yang meng-klaim sebagai penemu Amerika. Fakta yang paling gampang ditemui nama serupa dengan kota suci umat Islam seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, Medina di Texas yang paling besar dengan penduduk 26,000, Medina di Ontario Canada, kota Mahomet di Illinois, Mona di Utah, dan Arva di Ontario Canada, dan beberapa nama seperti California (Caliph Haronia), Alabama (Alah Bumnya), Arkansas (Arkan-sah) dan Tennesse (Tanasuh), T Allah Hassee (Tallahassee), Alhambra, Islamorada dan sekitar 500 nama kota lainnya berasal dari kata Arab.
Masih penasaran? Silahkan baca lebih lanjut posting-an dibawah ini.
Distorsi Sejarah Islam Amerika
Sejarah resmi selama ini mengatakan bahwa Christopher Columbus-lah yang menemukan daratan luas yang kemudian disebut Amerika. Hal ini ternyata tidak benar. Karena 70 tahun sebelum Columbus menjejakkan kaki di amerika, daratan yang disangkanya India, Laksamana Muslim dari China bernama Ceng Ho (Zheng He) telah mendarat di Amerika. Bahkan berabad sebelum Ceng Ho, pelaut-pelaut Muslim dari Spanyol dan Afrika Barat telah membuat kampung-kampung di Amerika dan berasimilasi secara damai dengan penduduk lokal di sana. Penemu Amerika bukanlah Columbus. Penemu Amerika adalah Umat Islam. Mereka menikah dengan penduduk lokal, orang-orang Indian, sehingga menjadi bagian dari local-genius Amerika.
Ada sejumlah literatur yang berangkat dari fakta-fakta empirik bahwa umat Islam sudah hidup di Amerika beberapa abad sebelum Colombus datang. Salah satunya yang paling popular adalah essay Dr. Youssef Mroueh, dari Preparatory Commitee for International Festivals to celebrate the millennium of the Muslims arrival to the Americas, tahun 1996, yang berjudul “Precolumbian Muslims in America”.
Dalam essaynya, Doktor Mroueh menulis, “Sejumlah fakta menunjukkan bahwa Muslimin dari Spanyol dan Afrika Barat tiba di Amerika sekurang-kurangnya lima abad sebelum Columbus. Pada pertengahan abad ke-10, pada waktu pemerintahan Khalifah Umayyah, yaitu Abdurrahman III (929 – 961M), kaum Muslimin yang berasal dari Afrika berlayar ke Barat dari pelabuhan Delbra (Palos) di Spanyol, menembus “samudra yang gelap dan berkabut”. Setelah menghilang beberapa lama, mereka kembali dengan sejumlah harta dari negeri yang “tak dikenal dan aneh”. Ada kaum Muslimin yang tinggal bermukim di negeri baru itu, dan mereka inilah kaum imigram Muslimin gelombang pertama di Amerika.”
Granada, benteng pertahanan terakhir ummat Islam di Eropa jatuh pada tahun 1492. Pada pertengahan abad ke-16 terjadilah pemaksaan besar-besaran secara kejam terhadap orang-orang Yahudi dan Muslimin untuk menganut agama Katholik, yang terkenal dalam sejarah sebagai Spanish Inquisition. Pada masa itu keadaan orang-orang Yahudi dan orang-orang Islam sangat menyedihkan, karena penganiayaan dari pihak Gereja Katolik Roma yang dilaksanakan oleh inkuisisi tersebut.
Ada tiga macam sikap orang-orang Yahudi dan orang-orang Islam dalam menghadapi inkusisi itu:
* Pertama, yang tidak mau beralih agama. Akibatnya mereka disiksa kemudian dieksekusi dengan dibakar atau dipancangkan di kayu salib.
* Kedua, beralih agama menjadi Katholik Roma. Mereka itu diawasi pula apakah memang berganti agama secara serius atau tidak. Kelompok orang Islam yang beralih agama itu disebut kelompok Morisko, sedangkan yang dari agama Yahudi disebut kelompok Marrano.
* Ketiga, melarikan diri atau hijrah menyeberang Laut Atlantik yang dahulunya dinamakan Samudra yang gelap dan berkabut. Inilah kelompok imigran gelombang kedua di negeri baru itu.
Penganiayaan itu mencapai puncaknya semasa Paus Sixtus V (1585-1590). Sekurang-kurangnya ada dua dokumen yang menyangkut inkusisi ini. Yang pertama, Raja Spanyol Carlos V mengeluarkan dekrit pada tahun 1539 melarang penduduk bermigrasi ke Amerika Latin bagi keturunan Muslimin yang dihukum bakar dan dieksekusi di kayu sula itu. Yang kedua dekrit itu diratifikasi pada 1543, dan disertai perintah pengusiran Muslimin keluar dari jajahan Spanyol di seberang laut Atlantik. Ini adalah bukti historis adanya imigran Muslimin gelombang kedua sebelum tahun 1543 (dekrit kedua).
Ada banyak literatur yang membuktikan adanya kehadiran Muslimin gelombang pertama ke Amerika jauh sebelum zaman Columbus. Bukti-bukti itu antara lain:
* Abul-Hassan Ali Ibnu Al-Hussain Al-Masudi merupakan seorang pakar sejarah dan geografi yang hidup dari tahun 871-957 M. Dalam karyanya yang berjudul “Muruj adh-dhahab wa maad aljawhar” (Hamparan Emas dan Tambang Permata), Abu Hassan menulis bahwa pada waktu pemerintahan Khalifah Abdullah Ibn Muhammad (888-912), penjelajah Muslim Khasykhasy Ibn Sa’ied Ibn Aswad dari Cordova-Spanyol, telah berlayar dari Delba (Palos) pada 889, menyeberang Samudra yang gelap dan berkabut dan mencapai sebuah negeri yang asing (al-ardh majhul) dan kembali dengan harta yang mentakjubkan.
Pada peta Al-Masudi terbentang luas negeri yang disebutnya dengan al-ardh majhul. [Al-Masudi: Muruj Adh-Dhahab, Vol. 1, P. 1385]
* Loe Weiner, pakar sejarah dari Harvard University, dalam bukunya “Africa and the Discovery of America” (1920) menulis bahwa Columbus telah mengetahui kehadiran orang-orang Islam yang tersebar seluas Karibia, Amerika Tengah dan Utara, termasuk Canada. Mereka berdagang dan telah melakukan asimilasi perkawinan dengan orang-orang Indian dari suku Iroquois dan Algonquin.
* Geografer dan pembuat peta bernama Al-Syarif Al-Idrisi (1099- 1166) menulis dalam bukunya yang terkenal Nuzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaaq (Ekskursi dari yang Rindu Mengarungi Ufuq) bahwa sekelompok pelaut dari Afrika Utara berlayar mengarungi Samudra yang gelap dan berkabut dari Lisbon (Portugal) dengan maksud mendapatkan apa yang ada di balik samudra itu, betapa luasnya dan di mana batasnya. Mereka menemukan pulau yang penghuninya bercocok tanam dan telah mempergunakan bahasa Arab.
* Columbus dan para penjelajah Spanyol serta Portugis mampu melayari menyeberang Samudra Atlantik dalam jarak sekitar 2400 km, adalah karena bantuan informasi geografis dan navigasi dari peta yang dibuat oleh pedagang-pedagang Muslimin, termasuk informasi dari buku tulisan Abul Hassan Al-Masudi yang berjudul Akhbar az-Zaman. Tidak banyak diketahui orang, bahwa Columbus dibantu oleh dua orang nakhoda Muslim pada waktu ekspedisi pertamanya menyeberang transatlantik. Kedua kapten Muslim itu adalah dua bersaudara Martin Alonso Pinzon yang menakodai kapal Pinta, dan Vicente Yanez Pinzon yang menakodai kapal Nina. Keduanya adalah hartawan yang mahir dalam seluk-beluk perkapalan, membantu Columbus dalam organisasi ekspedisi itu, dan mempersiapkan perlengkapan kapal bendera Santa Maria. Bersaudara Pinzon ini masih memiliki ikatan kekeluargaan dengan Abuzayan Muhammad III (1362-66), Sultan Maroko dari dinasti Marinid (1196-1465). (Thacher, John Boyd: Christopher Columbus, New York 1950).
* Para antropologis telah menemukan prasasti dalam bahasa Arab di lembah Mississipi dan Arizona. Dari prasasti itu diperoleh keterangan bahwa imigran itu membawa juga gajah dari Afrika. (Winters, Clyde Ahmad: Islam in Early North and South America, Al-Ittihad, July 1977, p.60)
* Columbus menulis bahwa pada hari Senin, 21 Oktober 1492, sementara ia berlayar dekat Gibara pada bagian tenggara pantai Cuba, Columbus menyaksikan masjid di atas puncak bukit yang indah. Reruntuhan beberapa masjid dan menaranya serta tulisan ayat Al Quran telah didapatkan di berbagai tempat seperti Cuba, Mexico, Texas, dan Nevada. (Thacher, John Boyd: Christopher Columbus, New York 1950)
* Dr. Barry Fell dari Harvard University menulis bahwa fakta-fakta ilmiah telah menunjukkan bahwa berabad-abad sebelum Columbus, telah bermukim kaum Muslimin di Benua Baru dari Afrika Utara dan Barat. Dr. Fell mendapatkan adanya sekolah-sekolah Islam di Valley of Fire, Allan Springs, Logomarsino, Keyhole, Canyon, Washoe, dan Hickison Summit Pass (Nevada), Mesa Verde (Colorado), Mimbres Valley (New Mexico) dan Tipper Canoe (Indiana) dalam tahun-tahun 700-800. (FellL, Barry: Saga America, New York, 1980] dan GYR,DONALD: Exploring Rock Art, Santa Barbara, 1989).
Jejak Peninggalan Muslim Amerika:
Di sekujur benua Amerika kita akan bisa mendapatkan jejak-jejak umat Islam gelombang pertama dan kedua, jauh sebelum kedatangan Columbus. Lihat peta Amerika hari ini buatan Rand McNally dan cermati nama-nama tempat yang ada di Amerika. Di tengah kota Los Angeles terdapat nama kawasan Alhambra, juga nama-nama teluk El Morro dan Alamitos, serta nama-nama tempat seperti Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Alcazar, Alameda, Alomar, Almansor, Almar, Alva, Amber, Azure, dan La Habra.
Di bagian tengah Amerika, dari selatan hingga Illinois terdapat nama-nama kota Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon, dan Tullahoma. Di negara bagian Washington misalnya, terdapat kota Salem. Lalu di Karibia (ini jelas kata Arab) dan Amerika Tengah misalnya ada nama Jamaika, Pulau Cuba (berasal dari kata Quba?) dengan ibukotanya La Habana (Havana), serta pulau-pulau Grenada, Barbados, Bahama, dan Nassau.
Di Amerika Selatan terdapat nama kota-kota Cordoba (di Argentina), Alcantara (di Brazil), Bahia (di Brazil dan Argentina). Nama-nama pegunungan Appalachian (Apala-che) di pantai timur dan pegunungan Absarooka di pantai barat. Kota besar di Ohio pada muara sungai Wabash yang panjang dan meliuk-liuk bernama Toledo, satu nama universitas Islam ketika Islam masih berjaya di Andalusia, Spanyol.
Menurut Dr. Youssef Mroueh, sekarang saja terdapat tidak kurang dari 565 nama tempat di Amerika Utara, baik di negara bagian, kota, sungai, gunung, danau, dan desa yang diambil dari nama Islam ataupun nama dengan akar kata bahasa Arab. Sebanyak 484 di Amerika Serikat dan 81 di Canada. Ini merupakan bukti yang tak terbantahkan bahwa Islam telah ada di sana sebelum Columbus mendarat. Dr. A. Zahoor bahkan menegaskan bahwa nama negara bagian seperti Alabama, sebenarnya berasal dari kata Allah-bamya, dan juga nama negara Arkansas berasal dari kata Arkan-Sah, serta Tennesse dari kata Tanasuh.
Dr. Mroueh juga menuliskan beberapa nama yang dicatatnya malah merupakan nama kota suci kita seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, Medina di Texas yang paling besar dengan penduduk 26,000, Medina di Ontario Canada, kota Mahomet di Illinois, Mona di Utah, dan Arva di Ontario Canada.
Ketika Columbus mendarat di kepulauan Bahama pada 12 Oktober 1492, pulau itu sudah dinamai Guanahani oleh penduduknya. Kata ini berasal dari bahasa Mandika yang merupakan turunan dari bahasa Arab. Dilaporkan oleh Columbus bahwa penduduk asli di sini bersahabat dan suka menolong. Guana, yang hingga hari ini masih banyak dipakai sebagai nama di kawasan Amerika Tengah, Selatan dan Utara, berasal dari kata Ikhwana yang berarti ’saudara’ dalam bahasa Arab.
Guanahani berarti tempat keluarga Hani bersaudara. Namun Columbus dengan seenaknya menamakan tempat ini sebagai San Salvador dan merampas kepemilikan pulau itu atas nama kerajaan Spanyol. Columbus dalam catatannya menuliskan bahwa pada 21 Oktober 1492 dia melihat rerunruthan masjid dan menaranya lengkap dengan tulisan ayat-ayat Al Qur’an telah ditemukan selain di Cuba, juga di Mexico, Texas, dan Nevada.
Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berangkat dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 – 1307), penguasa keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Mroeh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.
Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) mencatat berbagai ekpedisi ini dengan cermat. Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu. Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 – 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 – 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.
Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I (1517). Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara akurat.
Indian dan Umat Islam:
Beberapa nama-nama suku Indian dan kepala sukunya juga berasal dari akar kata bahasa Arab, seperti: Anasazi, Apache, Arawak, Cherokee (Shar-kee), Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni. Kepala suku Indian Cherokee yang terkenal, Sequoyah yang nama aslinya Sikwoya, merupakan ketua suku yang sangat terkenal karena beliau menciptakan sillabel huruf-huruf (Cherokee Syllabary) bagi orang Indian pada tahun 1821. Namanya diabadikan sebagai nama pohon Redwood yang tertinggi di California, sekarang dapat disaksikan di taman hutan lindung di utara San Francisco.
sequoyah2Berlainan dengan gambaran stereotip tentang suku Indian yang selalu mengenakan bulu-bulu burung warna-warni di kepalanya, seperti yang banyak digambarkan para seniman Barat selama ini, Sequoyah (lihat gambar) selalu mengenakan sorban. Dia tidak sendirian, masih banyak ketua suku Indian yang mengenakan tutup kepala gaya orang Islam. Mereka adalah Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Bahkan sebagian dari mereka mengenakan penutup kepala yang khas Arab seperti ditunjukkan pada foto-foto tahun 1835 dan 1870
Orang-orang Indian Amerika juga memegang nilai ketuhanan dengan mempercayai adanya Tuhan yang menguasai seluruh alam semesta ini, dan Tuhan tersebut tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini bahwa tugas utama manusia diciptakan oleh Tuhan adalah untuk memuja dan menyembahnya. Seperti penuturan seorang kepala suku Ohiyesa: ”In the life of the Indian, there was only inevitable duty -the duty of prayer- the daily recognition of the Unseen and the Eternal”. Di dalam Al Qur’an, kita diberitahukan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin adalah semata-mata demi untuk beribadah kepada Allah SWT.
Ahli sejarah seni Jerman, Alexander Von Wuthenau, dalam buku klasiknya “Unexpected Faces in Ancient America” (1975); serta Ivan Van Sertima dengan buku “They Came Before Columbus” (1976) dan juga mengedit buku “African Presence In Early America” di mana intelektual Perancis abad ke-19 Brasseur de Bourboug di situ mengungkapkan keberadaan orang-orang Islam di Amerika tengah, yang juga didukung essei dari P.V. Ramos dalam buku yang sama tentang keberadaan ‘Mohemmedans’ di Karibia (Carib) yang dijumpai Columbus.
Isi Lengkap Surat Taliban untuk Malala
http://www.tempo.co/read/news/2013/07/18/118497384/Isi-Lengkap-Surat-Taliban-untuk-Malala
TEMPO.CO, Islamabad - Beberapa hari setelah Malala Yousafzai, remaja putri Pakistan yang ditembah di kepala karena menyerukan pendidikan untuk anak perempuan, berpidato di forum PBB, seorang pemimpin Taliban Pakistan melayangkan surat padanya. Dalam surat itu, ia menjelaskan mengapa bocah asal Lembah Swat itu ditembak dan menyatakan penyesalan bahwa hal itu pernah terjadi.
Menggunakan bahasa Inggris yang buruk, Adnan Rasheed mengatakan ia terkejut mendengar upaya pembunuhan Oktober lalu. Malala mengalami luka serius setelah orang-orang bersenjata dengan penutup wajah merangsek ke dalam bus sekolah saat ia kembali ke rumahnya.
Berikut surat Rasheed untuk Malala, yang menjelaskan mengapa Taliban menargetnya dan berusaha untuk membunuhnya:
TEMPO.CO, Islamabad - Beberapa hari setelah Malala Yousafzai, remaja putri Pakistan yang ditembah di kepala karena menyerukan pendidikan untuk anak perempuan, berpidato di forum PBB, seorang pemimpin Taliban Pakistan melayangkan surat padanya. Dalam surat itu, ia menjelaskan mengapa bocah asal Lembah Swat itu ditembak dan menyatakan penyesalan bahwa hal itu pernah terjadi.
Menggunakan bahasa Inggris yang buruk, Adnan Rasheed mengatakan ia terkejut mendengar upaya pembunuhan Oktober lalu. Malala mengalami luka serius setelah orang-orang bersenjata dengan penutup wajah merangsek ke dalam bus sekolah saat ia kembali ke rumahnya.
Berikut surat Rasheed untuk Malala, yang menjelaskan mengapa Taliban menargetnya dan berusaha untuk membunuhnya:
Langganan:
Postingan (Atom)